Marak Akun Penipuan yang Mengatasnamakan Imam dan Biarawan/i Katolik

Penipuan yang mengatasnamakan orang lain makin kerap terjadi. Kasus penipuan kali ini malah mengatasnamakan imam dan biarawan/biarawati Katolik.

Apalagi kasus penipuan ini semakin sering terjadi di tengah kondisi wabah saat ini.

Sangat disayangkan, disaat seperti ini masih ada saja oknum yang jahat dengan memanfaatkan situasi yang ada.

Belakangan ini semakin bermunculan beberapa akun imam, biarawan/biarawati diretas dan dikloning (ditiru).

Baca juga: Gereja Katolik di Filipina Tetap Selenggarakan Ekaristi di Tengah Banjir

Perbedaan Akun Diretas dan Dikloning

Tentu saja ini sangat mengkhawatirkan.

Lalu apa perbedaan akun yang diretas atau dikloning?

  1. ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ต๐˜ข๐˜ด ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ฏ ๐˜ข๐˜ด๐˜ญ๐˜ช ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ญ ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช๐˜ฉ, ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฉ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ข ๐˜ด๐˜ช ๐˜—๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ช๐˜ญ๐˜ช๐˜ฌ ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ด ๐˜ญ๐˜ข๐˜จ๐˜ช. ๐˜ˆ๐˜ต๐˜ข๐˜ถ ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ข๐˜ด๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ช๐˜ต๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ญ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ค๐˜ฌ.
  2. ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ญ๐˜ฐ๐˜ฏ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ณ๐˜ถ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ญ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ต๐˜ข ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ช๐˜ญ๐˜ช๐˜ฌ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฐ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ฏ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ต ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ณ ๐˜ข๐˜ด๐˜ญ๐˜ชโ€ฆ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข๐˜ต๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ฐ๐˜ฅ๐˜ฐ๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ถ ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ญ๐˜ด๐˜ถ. ๐˜š๐˜ฆ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ฏ ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข (๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ฏ ๐˜ข๐˜ด๐˜ญ๐˜ช ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ด๐˜ช๐˜ฉ ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข)

Modus Penipuan Mengatasnamakan Imam dan Biarawan/i Katolik

Penipuan yang mengatasnamakan imam atau biarawan/biarawati ini memiliki modus meminta pulsa dan bahkan tak segan untuk meminta sejumlah uang.

Cara kerja pelaku membuat akun baru kemudian mengambil semua data yang anda tampilkan di akun sosial media seolah itu adalah akun asli pemilik (baca= imam, biarawan/i maupun orang yang dikenal).

Kemudian menambahkan pertemanan, jika sudah diterima, modus akan dimulai, dari sini pelaku melihat jika ada celah langsung meminta pulsa atau uang.

Sebagai umat Katolik, kepekaan serta kewaspadaan harus ada dan jangan mudah percaya meskipun ada akun yang mengatasnamakan seorang imam, biarawan/i, atau orang yang kita kenal sekalipun.

Jika memang kenal dekat sangat disarankan untuk menghubungi yang bersangkutan untuk klarifikasi apakah benar itu akun asli atau bukan.

Tentunya dengan menghubungi langsung via telepon atau sosial media lainnya.

Pencegahan Penipuan

Jika anda menemukan kasus serupa, lakukan langkah-langkah berikut

  1. Buka profil akun pelaku penipuan
  2. Kemudian klik tombol titik tiga horizontal, lalu salin tautan profil pelaku
  3. Berikan tautan akun pelaku kepada pemilik asli dan minta pemilik asli untuk menginformasikan bahwa akunnya telah diretas atau kloning
  4. Setelah membuat informasi pemberitahuan, langkah selanjutnya adalah melaporkan akun tersebut secara bersamaan pada hari yang sama. Akun akan ditutup oleh pihak Facebook.

Jika sudah melakukan tahap demi tahap biarkan pihak facebook yg menindaklanjuti.

Umat Katolik diminta untuk berhati-hati dengan semakin maraknya penipuan yang mengatasnamakan imam dan biarawan/i Gereja Katolik.

Catatan: Pulsa yang masuk bisa diubah menjadi uang, itulah kenapa modus lama penipu sudah tidak memakai nomor rekening, karena pihak bank sendiri jika ada laporan terkait langsung di bekukan, dan pelaku tidak bisa bergerak.

~๐™ต๐š’๐šŠ๐š ๐š•๐šž๐šก
Bandar Lampung, 4 Juni 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error

Mau mendapat konten terbaru dari kami?