Apakah Gereja Katolik Percaya Akan Adanya Malaikat?

Tentu kita mengetahui apa itu malaikat. Namun apakah Gereja Katolik percaya akan adanya malaikat?

Artikel ini akan membawa anda ke penjelasan mengenai malaikat seturut magisterium Gereja Katolik

Gereja Katolik sangat mempercayai keberadaan, dan bukan hanya keberadaan malaikat, tetapi juga peran besarnya dalam kehidupan di dunia dan menggereja.

Dapat kita lihat dalam Katekismu Gereja Katolik berikut ini

Bahwa ada makhluk rohani tanpa badan, yang oleh Kitab Suci biasanya dinamakan “malaikat”, adalah satu kebenaran iman. Kesaksian Kitab Suci dan kesepakatan tradisi tentang itu bersifat sama jelas.

KGK 328

Jelas dalam KGK dinyatakan bahwa ada mahluk rohani tanpa badan yang Alkitab sebut sebagai “Malaikat”.

Lalu apakah malaikat itu?

Apakah seperti sesuatu yang tak kelihatan namun bisa dirasakan? KGK kembali menjelaskan.

Penjelasan Mengenai Malaikat dalam Gereja Katolik

Sebagai makhluk rohani murni mereka mempunyai akal budi dan kehendak; mereka adalah wujud pribadi dan tidak dapat mati. Mereka melampaui segala makhluk yang kelihatan dalam kesempurnaan. Cahaya kemuliaannya membuktikan itu.

KGK 330

Malaikat hampir sama seperti manusia tapi memiliki perbedaan yang mendasar yaitu manusia dapat hancur serta memiliki raga sementara malaikat tidak dapat hancur dan berupa roh.

Perbedaan Mendasar Malaikat dengan Manusia

Lalau Gereja kembali menjelaskan perbedaan selanjutnya

Santo Agustinus mengatakan: “Malaikat menunjukkan jabatan, bukan kodrat. Kalau engkau menanyakan kodratnya, maka ia adalah roh; kalau engkau menanyakan jabatannya, maka ia adalah malaikat” (Mzm. 103:1,15). Menurut seluruh keadaannya malaikat adalah pelayan dan pesuruh Allah.
Karena “mereka selalu memandang wajah Bapa-Ku, yang ada di surga” (Mat 18:10), mereka “melaksanakan firman-Nya dengan mendengarkan suara firman- Nya” (Mzm 103:20).

KGK 329

KGK 329 mengindikasikan bahwa manusia yang telah meninggal dan masuk kembli ke kerajaan Allah tidak akan menjadi malaikat sebab kodrat kita dengan malaikat berbeda jauh.

Kodrat mereka (baca: Malaikat) adalah roh yang tanpa memiliki raga sementara kita bukan hanya terdiri dari roh saja melainkan raga juga.

Jadi jangan pernah berpikir ketika kita mati akan menjadi malaikat dengan sayap sambil membawa sangkakala.

Lalu kenapa kita tak mungkin menjadi malaikat?

Mereka ada sejak penciptaan dunia dan sepanjang seluruh sejarah keselamatan; mereka mengabarkan keselamatan dari jauh dan dari dekat, dan melayani rencana ilahi, untuk melaksanakan keselamatan itu. Mereka mengunci firdaus duniawi, melindungi Lot, meluputkan Hagar dan anaknya, menghalangi tangan Abraham, menyampaikan hukum kepada bangsa Israel, menghantar bangsa Allah, mewartakan kelahiran dan panggilan, membantu para nabi, sekedar untuk menyebut beberapa contoh. Akhirnya malaikat Gabriel menampakkan diri untuk menyampaikan kelahiran perintis dan kelahiran Yesus sendiri”.

KGK 332

Perhatikan daerah yang di garis bawahi.

Jelas manusia belum ada sejak penciptaan di hari pertama sampai hari ke 5.

Selanjutnya juga manusia diberi tugas sebagai peziarah di dunia ini dengan menerima perlindungan dari malaikat yang diutus oleh Kristus sendiri, sang pusat dunia malaikat (KGK 331).

Anda juga harus baca ini: Apakah Orang Katolik Boleh Menikah Beda Agama?

Tugas Para Malaikat Seturut Magisterium Gereja Katolik

Segala sesuatu yang diciptakan oleh Allah tentunya akan berguna walau sekecil krikil di pinggir jalan.

Begitu juga para malaikat yang keberadaannya dipercayai Gereja Katolik.

Berikut tugas-tugas para malaikat:

  1. Mengabarkan keselamatan
  2. Melayani rencana ilahi
  3. Mengunci firdaus duniawi
  4. Melindungi Lot
  5. Meluputkan Hagar dan anaknya
  6. Menghalangi tangan Abraham
  7. Menyampaikan hukum kepada bangsa Israel
  8. Mengantar bangsa Allah
  9. Mewartakan kelahiran dan panggilan Yesus Kristus

Tapi, apa kaitannya dengan Gereja sendiri?

Dalam liturginya Gereja mempersatukan diri dengan para malaikat untuk menyembah Allah yang mahakudus; ia minta bantuan mereka, dan merayakan terutama peringatan akan malaikat tertentu (Mikael, Gabriel dan Rafael, dan para malaikat pelindung yang suci).

KGK 335

Salah satu tugas manusia di dunia ini adalah menaati perintah Tuhan Yesus Kristus. Oleh sebab itu Gereja mempersatukan diri dengan malaikat dalam penyembahan dan memuliakan Allah yang maha kudus.

Selain hubungan dengan Gereja, malaikat juga erat hubungannya dengan mahluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna yaitu manusia.

Sejak masa anak-anak sampai pada kematiannya malaikat-malaikat mengelilingi kehidupan manusia dengan perlindungan dan doa permohonan. “Seorang malaikat mendampingi setiap orang beriman sebagai pelindung dan gembala, supaya menghantarnya kepada kehidupan” (Basilius, Eun. 3,1). Sejak di dunia ini, dalam iman, kehidupan Kristen mengambil bagian di dalam kebahagiaan persekutuan para malaikat dan manusia yang bersatu dalam Allah.

KGK 336

Penggenapan janji Kristus yaitu menyertai umat beriman hingga akhir zaman (bdk. Mat 28:20) dapat kita lihat melalui malaikat sendiri.

Walau hanya sebagai pesuruh Allah (KGK 329) tetap saja perlindungan dan bimbingan malaikat kita perlukan dalam setiap langkah dan jalan kita.

Jadi, sekalipun kodrat dan jabatannya berbeda bukan berarti kita dapat menyembah para malaikat dan mengagungkan mereka lebih dari apapun.

Tetap kita ingat bahwa mereka hanya pesuruh Allah (KGK 329) dan juga mereka menyembah Allah.

Mereka juga mendapat segala sesuatunya dari Allah sehingga mereka tak sama seperti Allah dalam hal kodrat apalagi jabatan.

Anda juga harus baca ini: Ajaran Gereja Katolik Tentang Pertobatan dan Rekonsiliasi

Sekian katekese mengenai, “Apakah Gereja Katolik Percaya Adanya Malaikat?”

Apabila anda memiliki pertanyaan silakan berkomentar dibawah. Dan mari membagikan katekese ini kepada banyak orang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error

Mau mendapat konten terbaru dari kami?