Pertanyaan-Pertanyaan yang Sering Ditanyakan Kepada Orang Kristen

Ada begitu hal yang tidak dimengerti oleh dunia mengenai ajaran Yesus Kristus. Oleh sebab itu ada banyak pertanyaan kepada orang Kristen mulai dari hal mendasar hingga yang bersifat teologis.

Artikel ini akan menjabarkan beberapa pertanyaan yang sering ditujukan kepada orang Kristen. Berikut pembahasannya.

Pertanyaan-Pertanyaan yang Ditanyakan Kepada Orang Kristen

Beberapa pertanyaan dibawah ini disarikan langsung dari katolistas.org. Berikut pertanyaan-pertanyaannya:

  1. Mana pengakuan Yesus di dalam Alkitab bahwa dia beragama Kristen?
    Yesus tidak pernah berkata bahwa Dia beragama Kristen. Kristen mulai dipakai di Antiokia (Kis 11:23-26). Jadi yang membuat nama Kristen adalah adalah Barnabas dan Paulus. Kristen hanya disebut 6x (Kis 11:26, Kis 26:28, Rm 16:7, 1 Kor 9:5, 2 Kor 12:2 dan 1 Ptr 4:16).
  2. Mana ajaran Yesus ketika berumur 13-29 tahun? Injil tidak menceritakan hal ini, dan ini berarti Injil tidak komplit.
  3. Yesus tidak pernah mengatakan “Akulah Allah Tuhanmu, maka sembahlah Aku saja.”
  4. Yesus tidak pernah mengatakan “Akulah yang mewahyukan Alkitab, Aku pula yang menjaganya”
  5. Mana perintah Yesus atau Tuhan untuk beribadah pada hari Minggu? Sementara pada sepuluh perintah Allah seseorang diharuskan beribadah pada hari Sabat.
  6. Dimanakah Alkitab mengatakan bahwa Yesus 100% Tuhan dan 100% manusia? Yesus tidak pernah mengatakan hal itu.
  7. Mana dalilnya asal percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat dijamin “pasti masuk surga”?
  8. Mana foto asli wajah Yesus dan siapa pemotretnya?
  9. Mana dalilnya Yesus lahir pada tanggal 25 Desember dan perintah merayakannya!

Jawaban

Mungkin anda sudah bisa menebak dari mana dan siapa yang menanyakan hal tersebut. Jika anda mendapati pertanyaan seperti itu, jangan kesal ataupun marah.

Mereka yang bertanya seperti itu pada dasarnya (dan sudah pasti) tidak mengimani Yesus Kristus sebagai juru selamat. Maka, wajar apabila mereka tidak tahu.

Baiklah…..

Selanjutnya mari kita lihat pertanyaan-pertanyaan tersebut satu per satu.

Dari beberapa pertanyaan diatas, ada yang memaksakan “bukti” dengan cara atau kriteria yang dibuat sendiri (1-6), tanpa melihat bukti-bukti yang mendukung suatu pertanyaan.

Hal-hal ini dapat digambarkan dengan analogi berikut:

Analogi untuk Jawaban Atas Pertanyaan Kepada Orang Kristen

  1. “Tunjukkan kepada saya bahwa Bill Gates adalah orang kaya. Kalau dia tidak mengatakan dirinya adalah orang kaya, maka saya tidak percaya Bill Gates adalah orang kaya!” Pernyataan semacam ini sangat tidak mendasar sebab tanpa perlu Bill Gates mengatakan dirinya adalah orang kaya, seluruh dunia sudah tahu bahwa Bill Gates orang kaya dengan kekayaan bersih sebesar 108,6 milyar dollar Amerika pada tahun 2020. Bahkan melalui lembaga amal yang didirikannya, Bill Gates telah menyumbang lebih dari 40 milyar dollar Amerika. Kalau masih ada orang yang bersikeras bahwa Bill Gates tidak kaya karena Bill Gates tidak pernah mengatakan dirinya adalah orang kaya walaupun bukti-bukti kekayaannya dapat ditemukan di internet, rasanya pernyataan orang tersebut perlu juga dipertanyakan kembali.
  2. Contoh lainnya adalah ketika seseorang bertanya kepada seorang suami, “Buktikan kepada saya bahwa istri anda adalah seorang wanita. Saya tidak percaya bahwa istri anda seorang wanita karena dia tidak pernah mengatakan dirinya adalah seorang wanita!” Tentu saja ini adalah pertanyaan yang menggelikan di telinga suami tersebut. Bagaimana mungkin suami tersebut ragu dengan status gender sang istri sementara sang istri telah melahirkan bebeberapa kali?
  3. Atau contoh lainnya adalah ketika seorang pacar mengatakan hal ini kepada pasangannya, “Aku tidak percaya kamu mencintai aku karena kamu gak pernah bilang i love you.” Tentunya pertanyaan ini adalah hal yang menggelikan apabila pasangannya benar-benar menunjukkan rasa sayang dan cinta dengan tidak selingkuh, tidak memarahi pasangannya, dan bersikap sopan.
  4. Begitu mudah seseorang berkata, “Aku orang kaya, aku sangat mencintai mu.” Padahal belum tentu terbukti dia adalah orang kaya atau dia sangat mencintai anda. Nah, Yesus Kristus bukanlah Tuhan yang hanya berkata-kata saja tanpa perbuatan. Ia telah menunjukkan segala perkataanNya dan juga perbuatanNya bahwa Yesus Kristus sangat mengasihi kita. Mana yang lebih besar tanda kasihnya, perkataan mengasihi engkau atau mati di kayu salib untuk memperdamaikan Allah dengan manusia?

1. Mengenai Pengakuan Yesus Bahwa Dia Beragama Kristen

Yesus Kristus tidak pernah mengatakan diriNya datang ke dunia ini untuk mendirikan sebuah agama tapi Dia mengatakan hadir di dunia ini untuk menebus dosa dan menyelamatkan manusia dari belenggu dosa (bdk. Yoh 3:17; Yoh 12:47).

Memang Yesus tidak mendirikan agama tapi Yesus sendiri mendirikan Gereja seperti yang tertulis pada Mat 16:18, dengan mengatakan bahwa Dia mendirikan GerejaNya di atas Petrus (batu karang) dan berjanji bahwa alam maut tidak akan menguasainya.

Selain itu, begitu banyak juga kata “kerajaan Allah” yang merujuk kepada “Gereja”.

Nah, sampai disini kita setuju bahwa Yesus mendirikan Gereja. Lalu apa nama GerejaNya?

Dalam perkembangan benar bahwa nama Kristen dipakai setelah kenaikan Yesus ke surga dan pertama kali dimulai di Antiokhia (Kis 11:23-26).

Kemudian agama Kristen terus berkembang. Dan yang menjadi dasarnya adalah ajaran Yesus Kristus sendiri.

Kisah ini berlanjut dengan pemakaian istilah Gereja Katolik yang tertuang dalam surat St. Ignatius dari Antiokhia kepada jemaat di Smyrna pada tahun 110 Masehi.

Dalam surat itu St. Ignatius dari Antiokhia mengatakan bahwa dimana uskup ada, disitu juga umat berada, dan dimana Jesus ada, disitu juga ada Gereja Katolik.

Dan ini terus diteguhkan dengan surat dari St. Polikarpus, beberapa bapa gereja, sampai saat ini. Dan begitu banyak surat-surat yang ada untuk membuktikan hal ini.

Jadi, sampai bagian ini kita tahu bahwa Yesus mendirikan Gereja, lalu memiliki nama Kristen, dan dimanifestasikan dalam Gereja Katolik.

Pada beberapa kesempatan, Yesus mengatakan, “Ikutlah Aku” (bdk. Mat 4:19; Mat 9:9; Mk 1:17; Lk 9:59; Yoh 1:43). Para pengikut Kristus disebut Kristen atau Christian. Dan Yesus adalah sebagai pendirinya, karena Ia memberikan perintah untuk mengikuti Dia.

Pengikut Kristus inilah yang disebut Kristen.

2. Dimana Ajaran Yesus Ketika Ia Berumur 13-29 Tahun?

Memang benar ketidakkomplitan Injil karena kurang lengkapnya memuat biografi dari Yesus. Hal ini diakui sendiri dalam Injil yang ditulis langsung oleh Rasul Yohanes, bahwa tidak semuanya tercantum disini (bdk. Yoh 21:25).

Kitab suci ditulis bukan memuat biografi Yesus dari kecil hingga naik ke surga. Tapi, Kitab Suci memuat perkataan dan perbuatan Yesus, sehingga semua orang dapat percaya bahwa Yesus adalah Tuhan dan yang mengikuti Dia akan memperoleh keselamatan.

Orang Kristen memercayai bahwa ketika Yesus berumur 13-29 tahun, Yesus tidak melakukan karya publik apapun untuk menyatakan diri-Nya sebagai Mesias, namun Yesus hidup sebagaimana layaknya manusia biasa.

Tentu saja hal seperti ini tidak perlu ditulis dalam Alkitab.

Dalam kondisi ini, doktrin Inkarnasi nyata terwujud. Yesus benar-benar menjalankan perannya sebagai manusia, yang harus bekerja, menurut perkataan orang tua, belajar, melakukan pekerjaan sehari-hari, dll.

Dan inilah yang menunjukkan kedalaman kasih Allah kepada manusia, bahwa Dia rela untuk menjadi terbatas, seperti manusia, sehingga Dia dapat menyelamatkan manusia.

3. Yesus Tidak Pernah Mengatakan “Akulah Allah Tuhanmu, Maka Sembahlah Aku saja.”

Pertanyaan ini merupakan contoh seseorang yang memaksakan bahwa Bill Gates adalah orang kaya kalau dia pernah mengatakan dirinya orang kaya.

Ini merupakan sebuah kesesatan berpikir.

Saya bisa saja mengatakan diri saya paling pintar di kelas. Namun hal itu belum terbukti jika saya belum mendapatkan nilai A untuk semua pelajaran dan mendapatkan nilai tertinggi dari antara pelajar lainnya.

Hal inilah yang dilakukan oleh Yesus, tanpa Yesus mengatakan, “Akulah Tuhan Allahmu, maka sembahlah Aku saja”, semua orang sudah tahu bahwa Dia adalah Tuhan.

Kenapa orang percaya bahwa Yesus adalah Tuhan? Karena hal ini sudah banyak dinubuatkan oleh para nabi di Perjanjian Lama.

Kalau memang Tuhan tidak akan pernah datang ke dunia ini, lantas mengapa para nabi di Perjanjian Lama menubuatkan ini?

Keseluruhan nubuatan para nabi benar-benar terpenuhi dalam diri Yesus Kristus. Sebelumnya tidak ada nubuatan yang begitu banyak tentang kehadiran suatu tokoh selain Yesus Kristus.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa Yesus tidak hanya mengatakan, “Akulah Tuhan Allahmu, maka sembahlah Aku saja” melainkan membuktikan hal ini melalui perbuatan sehari-hariNya.

Saya teringat salah satu pepatah Inggris,

Action speaks louder than words

Sebuah pepatah Inggris

4. Yesus tidak pernah mengatakan “Akulah yang mewahyukan Alkitab, Aku pula yang menjaganya”

Benar bahwa Yesus tidak pernah mengatakan bahwa Dia yang mengwahyukan Alkitab maka Ia pula yang menjaganya.

Namun, Yesus pernah berkata bahwa Dia akan mendirikan Gereja-Nya, dan alam maut tidak akan menguasainya (Mat 16:18).

Dan dengan kelahiran Gereja, maka lahir pulalah Alkitab.

Alkitab menjadi salah satu pilar dari Gereja bersama dengan Tradisi. Alkitab dan Tradisi berasal dari sumber yang sama, yaitu Roh Kudus. Dan karena Gereja yang melahirkannya, Gereja pulalah yang berhak untuk menginterpretasikannya melalui Magisterium.

Jadi dengan ini, Gereja mempunyai tiga pilar yang tak terpisahkan, yaitu Sacred ScriptureSacred Tradition, dan Sacred Magisterium (KGK 95). Ketiga hal ini tak terpisahkan, dimana yang satu tidak dapat berdiri sendiri tanpa yang lain.

Hal ini dapat dibaca dengan ringkas pada Dasar Iman Katolik: Tradisi, Alkitab, dan Magisterium.

Mengenai Sacred Tradition, hal ini merujuk kepada sabda Allah yang tidak tertulis (bdk. 1 Kor 11:2; 2 Thes 2:15; KGK 81, 83). Oleh karena itu, Tradisi ini menduduki tempat yang penting sama seperti Kitab Suci, karena keduanya berasal dari sumber yang sama (KGK 80).

5. Mana Perintah Yesus atau Tuhan untuk Beribadah Pada Hari Minggu?

Ibadah merupakan wujud penghayatan untuk merayakan apa yang diimani secara publik.

Dari defenisi ini, orang Kristen percaya bahwa Yesus bangkit dari antara orang mati pada hari Minggu, dimana ini adalah kemenangan atas maut yang sudah dinubuatkan sejak awal.

Jadi, dengan beribadah pada hari Minggu orang Kristen memperingati kebangkitan Kristus yang melambangkan bahwa kita menjadi ciptaan baru di dalam Dia

Pada masa Gereja awal, banyak orang-orang Kristen yang berasal dari Yahudi hendak memaksakan ibadah pada hari Sabat. Namun Bapa Gereja di masa-masa Gereja perdana menentang hal ini, karena seolah-olah mereka yang merayakan ibadah pada hari Sabat tidak pernah menerima berkat dari Yesus, atau seolah-olah keselamatan di dapat karena pekerjaan dari hukum Taurat.

Tetapi, seorang Kristen diselamatkan bukan karena menjalankan hukum Taurat, namun karena rahmat Tuhan semata, dimana diterima lewat berkat pengorbanan Kristus di kayu salib.

6. Dimanakah Alkitab mengatakan bahwa Yesus 100% Tuhan dan 100% Manusia?

Pertentangan hal ini sudah ada sejak awal-awal masa gereja berdiri.

Banyak bidaah yang mempertentangkan dua nature Yesus, yaitu bagaimana dalam satu orang mempunyai dua nature?

Dan semua heresy/bidaah tentang Yesus adalah yang terlalu memandang rendah kemanusiaan atau keAllahan Yesus Kristus.

Bagaimana intelek dan keinginan (will) dari nature Yesus sebagai manusia dan nature Yesus sebagai Tuhan saling berkerjasama dalam karya keselamatan?

Pernyataan yang mengatakan bahwa Yesus tidak 100% manusia dan juga bukan 100% Tuhan, karena Yesus tidak pernah mengatakannya, adalah argumentasi yang terlalu dibuat-buat.

Bagaimana membuktikan bahwa Yesus adalah 100% manusia? Josephus, sejarahwan berkebangsaan Yahudi menjelaskan adanya keberadaan Yesus di dalam sejarah manusia. Dan Injil menyatakan bagaimana Dia melakukan segala sesuatunya seperti manusia, kecuali dalam hal dosa.

Jadi pembuktian ini tidaklah terlalu sulit. Kenyataan bahwa Yesus mengalami penderitaan dan mati seperti manusia, juga membuktikan bahwa Dia manusia seperti kita.

Jadi Yesus adalah 100% manusia.

Dan jika ditanya, “Apakah Yesus adalah 100% Tuhan.” Maka silakan kembali membaca pertanyaan nomor 3.

7. Mana Dalilnya Asal Percaya Kepada Yesus Sebagai Tuhan dan Juruselamat Dijamin “pasti masuk surga”?

Pertanyaan kepada orang Kristen selanjutnya mengenai apakah seorang Kristen masuk surga jika memercayai Yesus?

Gereja Katolik memiliki 3 pilar iman, yaitu Sacred Scripture, Sacred Tradition, dan Sacred Magisterium.

Dalam hal-hal yang begitu penting, seperti konsep keselamatan, kita tidak dapat menginterpretasikannya menurut kehendak kita pribadi, namun harus berdasarkan Sacred Magisterium.

Saya rasa, hal ini bukanlah hal yang aneh, karena kalau kita mau meniliti banyak umat agama-agama lain juga tidak mengerti 100% akan arti dari banyak ayat di dalam Kitab Suci mereka.

Dan para ahli membantu menafsirkannya. Perbedaannya, dalam Gereja Katolik, kita mengakui bahwa penafsiran yang pasti ada pada Sacred Magisterium. Dengan ini, umat Katolik mendapatkan kepastian suatu ajaran, yang bersumber pada Alkitab dan Tradisi Gereja, yang diwariskan dari generasi ke generasi tanpa ada perubahan, karena kebenaran tidak berubah.

Lalu apa yang diajarkan oleh Gereja Katolik tentang keselamatan? Gereja Katolik mengajarkan bahwa keselamatan datang dari berkat Tuhan semata yang mengalir dari Misteri Paska, yaitu penderitaan, wafat dan kebangkitan Kristus.

Dengan ini, maka Gereja Katolik mengajarkan bahwa kita harus berusaha dengan segala kekuatan kita dan juga bergantung kepada rahmat Tuhan untuk berkata ,“Ya” secara terus-menerus terhadap kehendak Tuhan, sampai pada saat kita dipanggil Tuhan.

Gereja Katolik tidak mengajarkan bahwa sekali mengaku bahwa Yesus adalah Tuhan, maka dia akan diselamatkan sampai selamanya. Di sinilah, terlihat bahwa dalam menafsirkan Kitab Suci, perlu dilihat secara keseluruhan. Gereja Katolik percaya bahwa keselamatan adalah suatu yang telah (past), sedang (present), dan akan datang (future), dengan dasar ini:

  • Telah diselamatkan (Rom 8:24; Ef 2:5,8; 2 Tim 1:9; Tit 3:5).
  • Sedang dalam proses (1 Kor 1:18; 2 Kor 2:15; Fil. 2:12; 1 Pet 1:9).
  • Akan diselamatkan (Mt 10:22, 24:13; Mk 13:13; Mk 16:16; Kis 15:11; Rm 5:9-10; Rm 13:11; 1 Kor 3:15; 2 Tim. 2:11-12; Ibr. 9:28).

8. Mana Foto Asli Wajah Yesus dan Siapa Fotografernya?

Sumber-sumber penting yang menjadi acuan gambar Yesus saat ini dapat dilihat pada situs Shourd of Turin. Hingga artikel ini diterbitkan, peninggalan ini masih tersimpan aman.

Beberapa gambar-gambar Yesus juga dapat ditemukan pada katakombe-katakombe pada abad ke 2 dapat dilihat di sini dan di sini.

9. Mana Dalilnya Yesus Lahir Pada Tanggal 25 Desember dan Perintah Merayakannya?

Penentuan kelahiran Kristus berdasarkan Kitab Suci, terdiri dari 2 langkah. Pertama adalah menentukan kelahiran St. Yohanes Pembaptis. Langkah berikutnya adalah menggunakan hari kelahiran Yohanes Pembaptis sebagai kunci untuk menentukan hari kelahiran Kristus.

Kita dapat menemukan bahwa Kristus lahir di akhir Desember dengan mengamati kali pertama dari tahun itu, yang disebutkan oleh St. Lukas, St. Zakaria melayani di bait Allah. Ini memberikan kepada kita perkiraan tanggal konsepsi St. Yohanes Pembaptis. Dari sini dengan mengikuti kronologis yang diberikan oleh St. Lukas, kita sampai pada akhir Desember sebagai hari kelahiran Yesus.

St. Lukas mengatakan bahwa Zakaria melayani pada ‘rombongan Abia’ (Luk 1:5). Kitab Suci mencatat adanya 8 rombongan di antara 24 rombongan imamat (Neh 12:17). Setiap rombongan imam melayani satu minggu di bait Allah, dua kali setahun. Rombongan Abia melayani di giliran ke-8 dan ke-32 dalam siklus tahunan. Hal ini dapat dibaca dengan lengkap pada artikel berikut ini.

Tidak terlalu penting tahu tanggal Yesus lahir di dunia ini secara persis. Namun kita percaya bahwa Yesus datang ke dunia ini. Dan kedatangan-Nya bahkan membagi sejarah dalam dua, sebelum masehi (BC / Before Christ) dan setelah masehi atau AD (Anno Domini Nostri Iesu Christi atau In the Year of Our Lord Jesus Christ / di tahun Tuhan kita Yesus Kristus).

Sadar atau tidak, perhitungan tahun yang kita pakai sekarang berdasarkan kedatangan Kristus di dunia ini. Kalaupun benar bahwa tanggal 25 Desember adalah diambil dari tradisi orang pagan, juga tidak menjadi masalah, karena dengan ini, memberikan nilai yang baru dan benar terhadap kepercayaan yang salah.

Dan memang, kita tidak tahu secara persis tanggal lahir dari Yesus. Namun kembali tanggal persis tidaklah penting, namun kita harus mengakui bahwa ada suatu tanggal dan tahun, dimana Yesus, Tuhan Allah masuk dalam sejarah manusia.

Demikian jawaban singkat dari kami untuk pertanyaan kepada orang Kristen. Semoga dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan.

Kembali kita harus mengingat apa yang dikatakan oleh Rasul Petrus

Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hormat“.

1 Pet 3:15

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error

Mau mendapat konten terbaru dari kami?